Minggu, 04 Mei 2014

Mampu menjelaskan konsep struktur campuran (hybrid) serta menerapkannya pada organisasi MNC dan organisasi jaringan.



3. Mampu menjelaskan konsep struktur campuran (hybrid) serta menerapkannya pada organisasi MNC dan organisasi jaringan.
Tujuan dari struktur campuran adalah untuk menyesuaikan kebutuhan-kebutuhan khusus dari suatu unit tanpa mengubah desain organisasi secara keseluruhan.
Ada dua jenis dari struktur campuran yang penting, yaitu desain struktur matriks global(global matrix) yang biasa di gunakan oleh MNCs dan struktur organisasi jaringan. Struktur matriks global disebut struktur campuran karena perusahaan-perusahaan lokal yang tersebar di berbagai benua biasanya terdiri dari berbagai desain struktur yang berbeda.Proses ini terjadi manakala MNC meluaskan aktivitasnya ke berbagai Negara dalam skala yang tidak dapat ditangani oleh struktur biasa.Kenyataannya struktur organisasi jauh lebih rumit.
1.      Pengelompokan terhadap produk tidak dilakukan secara individual melainkan per kelompok
2.      Setiap wilayah memiliki divisi tersendiri,dalam contoh ini dibagi 4 area(Asia,Masyarakat Eropa,Amerika Utara dan Eropa Timur)

Struktur jaringan bertitik tolak dari konsep outsourcing dan kolaborasi. Dalam bentuk yang sangat ekstrem, struktur jaringan menghasilkan apa yang disebut dengan organisasi virtual (virtual organization), dimana semua aktivitas organisasi telah habis di-outsourcing.
           
Keuntungan dari organisasi jaringan adalah :
1.    Mendorong sharing informasi.
2.    Memudahkan pengambilan keputusan.
3.    Memacu inovasi.
4.    Sangat fleksibel untuk mengikuti perubahan tren atau mode.
5.    Dapat merespons kebutuhan-kebutuhan atau preferensi-preferensi konsumen yang bersifat lokal.

Kelemahan dari struktur jaringan adalah :
1.    Tidak bias diterapkan pada semua jenis industri.
2.    Kemungkinan eksploitasi.
3.    Masalah identitas organisasi(organizational identity).
4.    Perlu pengelolaan khusus terhadap manajer level menengah dan spesialis

Mampu menjelaskan berbagai posisi administrasi dalam perencanaan strategis



7. Mampu menjelaskan berbagai posisi administrasi dalam perencanaan strategis
           
            Strategi dapat didefenisikan sebagai penetapan berbagai tujuan dan sasaran jangka panjang yang bersifat mendasar bagi seluruh organisasi,yang selanjutnya dikembangkan melalui perencanaan aktifitas dan pengalokasian sumber daya yang diperlakukan guna mencapai sasaran-sasaran tersebut.

Strategi dapat berupa perencanaan yang detail dan sistematis di awal kegiatan (planning mode), tetapi dapat pula berupa proses evolusioner secara bertahap sesuai dengan kondisi dan situasi yang dihadapi organisasi (evolutionary mode). Ruang lingkup strategi ada empat dimensi: Inovasi,Diferensiasi Pasar,Jangkauan (breadth), dan Pengendalian Biaya (cost-control).

Strategi berbeda dengan tujuan organisasi (goals). Strategi mengacu pada tujuan akhir (ends) dan cara (means) mencapai tujuan itu,sementara goals hanya mengacu pada tujuan akhir (ends). Oleh karena itu,goals adalah bagian dari strategi.Strategi dalam organisasi dapat dibedakan ke dalam beberapa tingakatan: Corporate strategy,business strategy, dan  functional strategy

Seorang administrator perlu membangun kemampuan perencanaan strategis yang baik,untuk memberi arah kepada organisasinya di tengah arus perubahan lingkungan cepat.

            Posisi penyusunan strategis dalam  konteks perubahan lingkungan tidak selalu sama.
            Menurut Minztberg (1990), ada dua faktor yang menentukan posisi penyusun strategi dalam organisasi, yaitu kompleksitas dan tingkat perubahan.

            Pada organisasi – organisasi yang menempati lingkungan yang tidak kompleks dan tingkat perubahannya lambat, model rasional dapat di terapkan. Artinya ,Analisis,penyusunan,dan Implementasi strategis dapat di lakukan dengan pola – pola standar sebagai mana organisasi era industri, yaitu dengan menggunakan hierarki,prosedur,dan pembagian tugas secara terperici.

Posisi penyusun strategi adalah semacam perumus kebijakan yang relatif dapat mengambil jarak dari aktifitas – aktifitas keseharian para anggota organisasi .
            Peran administrasi dalam penyusunan strategi organisasi dewasa ini makin penting. Pengelolaan organisasi secara menajerial memang di butuhkan untuk mengatur aktifiatas sehari – hari dan aspek – aspek operasional organisasi seperti keuangan, sumber daya manusia, produksi , pemasaran , pelayanan konsumen dan seterusnya.

Akan tetapi , tanpa kejelasan strategis atau arah organisasi , tujuan – tujuan jangka panjang akan sulit tercapai dan eksistnsi organisasi bisa jadi akan kehilanagan tempatnya dalam lingkungan.lebih jauh, anggota organisasi akan kehilangan pedoman dan cendrung bertindak tanpa arah yang jelas sehingga efeksifitas organisasi tidak terwujud sebagai mana mestinya.