7. Mampu menjelaskan berbagai posisi administrasi dalam
perencanaan strategis
Strategi
dapat didefenisikan sebagai penetapan berbagai tujuan dan sasaran jangka
panjang yang bersifat mendasar bagi seluruh organisasi,yang selanjutnya
dikembangkan melalui perencanaan aktifitas dan pengalokasian sumber daya yang
diperlakukan guna mencapai sasaran-sasaran tersebut.
Strategi dapat berupa perencanaan
yang detail dan sistematis di awal kegiatan (planning
mode), tetapi dapat pula berupa proses evolusioner secara bertahap
sesuai dengan kondisi dan situasi yang dihadapi organisasi (evolutionary mode). Ruang lingkup strategi ada empat
dimensi: Inovasi,Diferensiasi Pasar,Jangkauan (breadth), dan Pengendalian Biaya (cost-control).
Strategi berbeda dengan tujuan
organisasi (goals). Strategi
mengacu pada tujuan akhir (ends) dan
cara (means) mencapai tujuan
itu,sementara goals hanya mengacu
pada tujuan akhir (ends). Oleh
karena itu,goals adalah bagian dari
strategi.Strategi dalam organisasi dapat dibedakan ke dalam beberapa
tingakatan: Corporate strategy,business
strategy, dan functional strategy
Seorang administrator perlu
membangun kemampuan perencanaan strategis yang baik,untuk memberi arah kepada
organisasinya di tengah arus perubahan lingkungan cepat.
Posisi
penyusunan strategis dalam konteks
perubahan lingkungan tidak selalu sama.
Menurut
Minztberg (1990), ada dua faktor yang menentukan posisi penyusun strategi dalam
organisasi, yaitu kompleksitas dan tingkat perubahan.
Pada
organisasi – organisasi yang menempati lingkungan yang tidak kompleks dan
tingkat perubahannya lambat, model rasional dapat di terapkan. Artinya
,Analisis,penyusunan,dan Implementasi strategis dapat di lakukan dengan pola –
pola standar sebagai mana organisasi era industri, yaitu dengan menggunakan
hierarki,prosedur,dan pembagian tugas secara terperici.
Posisi penyusun strategi adalah
semacam perumus kebijakan yang relatif dapat mengambil jarak dari aktifitas –
aktifitas keseharian para anggota organisasi .
Peran
administrasi dalam penyusunan strategi organisasi dewasa ini makin penting.
Pengelolaan organisasi secara menajerial memang di butuhkan untuk mengatur
aktifiatas sehari – hari dan aspek – aspek operasional organisasi seperti
keuangan, sumber daya manusia, produksi , pemasaran , pelayanan konsumen dan
seterusnya.
Akan tetapi , tanpa kejelasan
strategis atau arah organisasi , tujuan – tujuan jangka panjang akan sulit
tercapai dan eksistnsi organisasi bisa jadi akan kehilanagan tempatnya dalam
lingkungan.lebih jauh, anggota organisasi akan kehilangan pedoman dan cendrung
bertindak tanpa arah yang jelas sehingga efeksifitas organisasi tidak terwujud
sebagai mana mestinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar